Vidio games ternyata bisa mencegah obesitas pada anak




Selama ini pencinta video games yang banyak menghabiskan waktu di depan monitor diidentikkan dengan kondisi fisik yang tak optimal; punggung membungkuk karena lama duduk di sofa empuk, cenderung menimbun lemak tubuh karena duduk terlalu lama, dan sebagainya. Namun, penelitian terkini mengungkap, ada jenis-jenis video games yang bisa digunakan untuk melawan obesitas pada anak, sekaligus meningkatkan aktivitas fisiknya, demikian dilaporkan situs Medical Daily, Kamis (9/1).
Studi yang akan dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Games and Health Journal itu mengungkap, ada beberapa jenis video games yang bisa memberi efek baik terhadap kesehatan anak kota. Menurut para peneliti, anak-anak yang tinggal di perkotaan padat cenderung jarang berolahraga karena akses ke daerah-daerah yang bebas, lapang, dan aman untuk bermain bebas sangat sedikit, dan bermain jenis video games tertentu bisa menjadi solusinya.
Studi yang dilangsungkan di George Washington University School of Public Health and Human Services ini melibatkan 104 siswa yang belaja di kelas 3-8.
Saat jam pelajaran olahraga, anak-anak ini satu dari 3 kegiatan, yakni; mengikuti pelajaran olahraga selama 20 menit, bermain video games Dance Dance Revolution (DDR), atau bermain video games Winds of Orbis: An Active Adventure (Orbis).
DDR adalah permainan yang mengharuskan pemainnya bergerak menari mengikuti musik alektronik yang terus meningkat dengan pola rumit. Sementara Orbis meminta pemainnya untuk melakukan gerakan-gerakan yang akan akan ditirukan karakter yang dimainkan, seperti gerakan memanjat, melompat, bergeser, dan gerakan aktif lainnya. Di masing-masing sesi, para periset menghitung jumlah energi yang dibakar anak-anak ini.
Hasil studi mengungkap, anak-anak, khususnya anak perempuan, menggunakan lebih banyak energi saat bermain Orbis ketimbang DDR. Diperkirakan para peneliti, hal ini karena Orbis mengharuskan pemainnya mengatur kecepatan, sementara DDR menggunakan kecepatan terukur.
Secara rata-rata, anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan olah fisik di jam pelajaran olahraga  akan menghabiskan lebih banyak energi. Namun, untuk anak-anak yang ada di kelas 3-5, bermain video games yang mengharuskan mereka bergerak tadi sudah cukup membakar energi sesuai anjuran kesehatan.
Sementara untuk anak-anak yang lebih tua, di atas kelas 6, keadaannya lebih rumit. Hanya anak-anak lelaki yang bergerak cukup dan sesuai anjuran kesehatan, tetapi itu pun hanya terjadi di kelas olahraga. Sementara remaja perempuan cenderung enggan bergerak, baik di kelas olahraga maupun saat bermain video games. Hal ini yang menimbulkan kekhawatiran, karena di usia remaja, berat badan amat mudah melonjak dan menyebabkan obesitas bila mereka malas bergerak.
Studi ini bukan yang pertama untuk mengungkap bahwa ada jenis-jenis permainan video yang bisa digunakan untuk membakar kalori anak-anak. Temuan-temuan sebelumnya malah memacu beberapa sekolah di setidaknya 10 negara bagian AS untuk menggunakan video games dalam kelas olahraganya untuk memacu anak-anak didiknya bergerak. Namun, ini adalah studi yang pertama mengikutsertakan anak-anak dari ras selain kaukasia.[ach/B1]

0 komentar: